Senin, 01 Februari 2010

demo anti-neolib


(demo anti neolib 28 januari 2010. (kredit foto: detik.com))

salam revolusi! kaum muda revolusioner bersama rakyat sepanjang hari kemarin (28/1/2010) menyusuri jalan-jalan kota, membentangkan spanduk, poster, mengusung keranda, mengibarkan bendera-bendera komunitasnya. arak-arakan di seantero negeri itu membawa pesan yang amat jelas yakni: menyatakan mosi tidak percaya terhadap rezim neolib plintat-plintut sang antek-antek kapitalis global.

realitas sosial


(demo anti neolib 28 januari 2010. (kredit foto: detik.com))

jadi bung, secara de facto, rezim penguasa saat ini, tampaknya mulai kehilangan legitimasinya, karena langsung atau tidak langsung, rezim ini terlibat dengan gurita kasus skandal century yang membobol uang negara 6,7 t. dan lihatlah di berbagai daerah, fakta sosial memperlihatkan kondisi yang amat memprihatinkan: jutaan nelayan tradisionil kita lebih sering tidak melaut karena kacaunya perubahan iklim yang ekstrem.untuk menafkahi keluarganya, mereka terpaksa terjerat utang dan tanpa kepastian akan masa depan.

petani termehek-mehek


(demo anti neolib 28 januari 2010. (kredit foto: detik.com))

..bung, lihatlah desa-desa, jutaan petani penggarap, terpaksa bertahan hidup dengan napas yang termehek-mehek, karena ketiadaan lahan, ketiadaan fasilitas kredit, kacaunya distribusi pupuk, dan saat ini mulai dihadapkan pada pertarungan pasar global yang liberal. sementara anak-anak nelayan, anak-anak petani miskin, dan juga anak-anak buruh, terpaksa meninggalkan tanah airnya yang subur makmur, lalu hengkang ke mancanegara, terpaksa bekerja menjadi buruh kasar dengan upah rendah, atau terpaksa menjadi tkw jongos, kacung, babu dan sering diposisikan sebagai budak teraniaya.

mana roh kebangsaan?


(demo anti neolib 28 januari 2010. (kredit foto: detik.com))

dan ingat bung, jutaan anak bangsa yang terpaksa eksodus tapi kemudian hidup menjadi buruh kasar, tkw babu, kacung, jongos dan bahkan sering diposisikan sebagai budak teraniaya, adalah generasi muda hari ini yang sejatinya, diekspolitasi dan dimiskinkan oleh berbagai kebijakan politik ekonomi sebagai produk dari pusaran sistem kapitalis neoliberal global yang tidak berperikemanusiaan. dan rezim penguasa saat ini tidak memiliki roh kebangsaan, tidak memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme.

harga diri dan martabat bangsa


(demo anti neolib 28 januari 2010. (kredit foto: detik.com))

....terbukti bung, sepanjang tahun 2009 saja, tercatat sudah 685 tki yang tewas selama bekerja di malaysia. kematian 685 tki, tampaknya tidak menggetarkan hati sanubari rezim penguasa neolib saat ini. sejatinya, satu nyawa tkw yang mati dianiaya, sudah cukup memberi alasan bagi rezim saat ini untuk malu, sebab martabat dan harga diri bangsa yang beradab, dipertaruhkan.

apa arti kedaulatan?


(demo anti neolib 28 januari 2010. (kredit foto: detik.com))

bung, apa artinya kedaulatan bangsa dan negara, jika untuk menafkahi rakyatnya saja, rezim pemerintah saat ini seperti tak berdaya dan lepas tangan, atau malah memfasilitasi rakyatnya agar lebih banyak lagi eksodus ke luar negeri, dan membiarkan mereka terlunta-lunta, mengetuk pintu-pintu rumah bangsalain, lalu terpaksa membungkuk-bungkuk mengharap pekerjaan sebagai jongos, babu, kacung dan akhirnya ada yang diperlakukan sebagai budak teraniaya, dengan resiko nyawa taruhannya.

borok-borok sosial


(demo anti neolib 28 januari 2010. (kredit foto: detik.com))

....sungguh dosa sosial yang amat besar bagi rezim saat ini yang membiarkan ratusan nyawa tki melayang, dan tak berdaya melindungi atau mengayomi bangsanya sendiri. lihatlah pula papua, betapa kolonialisme ala freeport telah cukup lama bercokol di sana, mengangkangi kedaulatan negara. dan rezim saat ini, tak punya sensitivitas atas penderitaan rakyat papua yang muak dengan eksploitasi tambang yang seolah tanpa batas waktu akhirnya. juga saksikan, gaduhnya penderitaan pedagang kakilima di berbagai daerah, yang lapak-lapak dagangannya diobrak-abrik satpol pp untuk dan atas nama demi ketertiban umum. sementara, fasilitas penunjang untuk kesejahteraan mereka, tidak pernah disediakan oleh negara, dalam hal ini pemprov, pemda, pemkot. Kekacauan ini tidak segera direspons oleh rezim penguasa saat ini, tapi justru seperti dibiarkan menjadi borok sosial yang akut.